SUGENG RAWUH WONTEN BLOG KAWULA...

melihat, merasakan, berpikir, dan berbuat menjadi lebih baik....

Minggu, 27 November 2011

ALL ABOUT BLOOD


Darah merupakan alat transportasi utama dalam tubuh yang berfungsi untuk mengirimkan zat makanan dan oksigen pada setiap sel tubuh. Darah yang terlalu kental menyebabkan terhalangnya sel tubuh untuk menerima pasokan nutrisi yang bila terjadi dalam waktu lama menyebabkan kematian pada sel. Jika kematian terjadi pada sel otak dapat menyebabkan efek yang sangat serius.
Definisi ACA (Anti body Anticardiolipin)
Penyakit darah kental atau sindrom ACA atau sering juga dikenal dengan sindrom hughes sesuai dengan nama penemunya, merupakan sebuah penyakit autoimun dimana tubuh memproduksi antibodi yang menyerang bagian tubuh sendiri.
Sindrom ACA sendiri merupakan indikasi dari APS (antibody antiphospholipid syndrome) yaitu kekurangan cairan dalam darah yang menyebabkan mudahnya terjadi perlekatan antar trombosit yang menyebabkan darah membeku (thrombosis).
Angka ACA sering dipakai untuk mengindikasikan adanya sindrom ini ketika dilakukan pemeriksaan serologi darah. Seseorang dikatakan terkena ACA positif pada saat nilai ACA > 20 MPL.
Bahayakah Sindrom ACA ?
ACA dengan nilai yang tinggi akan berbahaya karena menyebabkan rentetan gangguan pada tubuh. Sel tubuh yang tidak mendapatkan nutrisi akan mati dan kemudian akan menyebabkan kerusakan jaringan dilanjutkan dengan organ. Karena itu sindrom ACA dapat berlanjut menjadi penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dan lain-lain. Pada ibu hamil, sindrom ACA dapat menyebabkan keguguran karena tidak lancarnya suplai nutrisi kepada janin dan memicu preeklamsia.
Gejala Sindrom ACA
Gejala yang dapat mengarah ke sindrom ACA, antara lain:
  • Pusing yang berlebihan
  • Migren yang berulang
  • Vertigo
  • Biru-biru pada kulit dan ujung jari,
  • Penurunan daya ingat
  • Tuli sesaat
  • Pada ibu hamil terjadi mual dan pusing yang berlebihan, dan gejala ekstrimnya adalah keguguran berulang.
Faktor Risiko
Beberapa dokter mengatakan sindrom ACA lebih dikarenakan faktor gaya hidup daripada penyakit turunan atau genetik, tetapi adanya penderita sindrom ACA anak-anak, membuat pendapat ini diragukan. Meski langka, ada penderita sindrom ACA karena faktor genetis.
Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, jarang berolahraga, mengkonsumsi makanan dengan tingkat kolesterol tinggi dan kurang serat dan mudah stres akan memicu terjadinya sindrom ini. Wanita yang mengkonsumsi oral kontrasepsi hormonal juga terindikasi mempunyai faktor risiko yang lebih besar.
Pengobatan
Pada dasarnya obat-obatan yang diberikan adalah untuk mengencerkan dan membebaskan darah dari penggumpalan (antikoagulan). Jenis obat-obatan untuk mengatasi sindrom ACA antara lain, aspirin, aspilet, heparin, wafarin, ascardia, dan inviclot. Obat dengan jenis antikoagulan biasanya disuntikkan pada jaringan kulit dan dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita.
Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami sindrom ACA. Anda akan berpacu dengan kemungkinan kematian sel tubuh jika terlambat

Tidak ada komentar: