Darah
merupakan alat transportasi utama dalam tubuh yang berfungsi untuk mengirimkan
zat makanan dan oksigen pada setiap sel tubuh. Darah
yang terlalu kental menyebabkan terhalangnya sel tubuh untuk menerima pasokan
nutrisi yang bila terjadi dalam waktu lama menyebabkan kematian pada sel. Jika
kematian terjadi pada sel otak dapat menyebabkan efek yang sangat serius.
Definisi
ACA (Anti body Anticardiolipin)
Penyakit
darah kental atau sindrom ACA
atau sering juga dikenal dengan sindrom hughes sesuai dengan nama
penemunya, merupakan sebuah penyakit autoimun dimana tubuh memproduksi antibodi
yang menyerang bagian tubuh sendiri.
Sindrom
ACA sendiri merupakan indikasi dari APS (antibody antiphospholipid syndrome)
yaitu kekurangan cairan dalam darah yang
menyebabkan mudahnya terjadi perlekatan antar trombosit yang menyebabkan darah
membeku (thrombosis).
Angka
ACA sering dipakai untuk mengindikasikan adanya sindrom ini ketika dilakukan
pemeriksaan serologi darah. Seseorang dikatakan terkena ACA positif pada saat
nilai ACA > 20 MPL.
Bahayakah
Sindrom ACA ?
ACA
dengan nilai yang tinggi akan berbahaya karena menyebabkan rentetan gangguan
pada tubuh. Sel tubuh yang tidak mendapatkan nutrisi akan mati dan kemudian
akan menyebabkan kerusakan jaringan dilanjutkan dengan organ. Karena itu
sindrom ACA dapat berlanjut menjadi penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dan
lain-lain. Pada ibu hamil, sindrom ACA dapat menyebabkan keguguran karena tidak
lancarnya suplai nutrisi kepada janin dan memicu preeklamsia.
Gejala
Sindrom ACA
Gejala
yang dapat mengarah ke sindrom ACA, antara lain:
- Pusing yang berlebihan
- Migren yang berulang
- Vertigo
- Biru-biru pada kulit
dan ujung jari,
- Penurunan daya ingat
- Tuli sesaat
- Pada ibu hamil terjadi mual dan
pusing yang berlebihan, dan gejala ekstrimnya adalah keguguran berulang.
Faktor
Risiko
Beberapa
dokter mengatakan sindrom ACA lebih dikarenakan faktor gaya hidup daripada penyakit
turunan atau genetik, tetapi adanya penderita sindrom ACA anak-anak, membuat
pendapat ini diragukan. Meski langka, ada penderita sindrom ACA karena faktor
genetis.
Gaya
hidup yang tidak sehat seperti merokok, jarang berolahraga, mengkonsumsi
makanan dengan tingkat kolesterol tinggi dan kurang serat dan mudah
stres akan memicu terjadinya sindrom ini. Wanita yang mengkonsumsi oral
kontrasepsi hormonal juga terindikasi mempunyai faktor risiko yang lebih besar.
Pengobatan
Pada
dasarnya obat-obatan yang diberikan adalah untuk mengencerkan dan membebaskan
darah dari penggumpalan (antikoagulan). Jenis obat-obatan untuk mengatasi sindrom ACA
antara lain, aspirin, aspilet, heparin, wafarin, ascardia, dan inviclot. Obat
dengan jenis antikoagulan biasanya disuntikkan pada jaringan kulit dan dapat
dilakukan secara mandiri oleh penderita.
Segera
konsultasikan dengan dokter
jika Anda mengalami sindrom ACA. Anda akan berpacu dengan kemungkinan kematian
sel tubuh jika terlambat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar