Gempa, sekali lagi mengguncang bumi Yogjakarta. kemarin siang, sekitar pukul 14.00.
mungkinkah ini pertanda bahwa merapi dan laut Parangtritis ikut mengeluarkan pendapat mengenai kedatangan Obama.
kedatangan Obama yang tertunda sebanyak dua kali, akhirnya berhasil sampai juga di negara Indonesia tercinta ini. kedatangan yang bertepatan dengan runtutan bencana alam yang terjadi di negeri kita.
ketika obama datang, secara otomatis dan tanpa dikomando, pemberitaan yang ada di media elektronik semalam dan di media cetak hari ini adalah mengenai kedatangan obama, serta merta pemberitaan dan kabar berita mengenai Merapi yang terus menerus mengeluarkan isinya, baik merupakan awan panas yang berisi material-material panas, lava, dan yang terakhir ini adalah lahar dingin. di saat orang-orang dan rakyat Yogjakarta sedang menderita dan menangis meratapi nasib, di waktu yang sama dan tempat yang berbeda, terlihat gegap gempita menyambut kedatangan obama. berbagai persiapan penyambutan yang meriah, indah, mewah tergelar dengan vulgar serta disiarkan oleh seluruh stasiun televisi semalam. hal ini tentu saja membuat hati para pengungsi letusan Merapi terssyst dan menangis.
memang kedatangan obama merupakan hal dan aspek yang berbeda serta tidak terkait satu sama lain. obama datang dalam rangka menanggapi undangan sby untuk membicarakan hubungan bilateral antara Indonesia dan amerika. sedang bencana Merapi itu adalah rencana Tuhan yang tidak dipredisikan manusia sebelumnya.
apapun itu, ada atau tidaknya hubungan di antara keduanya, lebih baik jika dalam penyambutan obama dilakukan secara sederhana dan tidak terlalu megah, agar tidak menyakiti perasaan dan hati rakyat Indonesia. juga terhadap obama, hendaknya, ketika datang ke Indonesia, tidak hanya berkunjung, tetapi juga bisa memberikan nilai positif bagi kemajuan bangsa Indonesia n bila memungkinkan dapat membantu meringankan beban dan penderitaan para korban letusan Merapi.
SUGENG RAWUH WONTEN BLOG KAWULA...
melihat, merasakan, berpikir, dan berbuat menjadi lebih baik....
Selasa, 09 November 2010
Minggu, 07 November 2010
Bencana Alam Menyelimuti Negeri Indonesia Khatulistiwa
Apakah kita pernah
merenung?
berpikir?
merasakan?
apa yang telah kita lakukan terhadap alam sekitar dan lingkungan hidup yang ada dan membantu kehidupan kita selama ini..
sudahkah kita memelihara dan merawat serta melestarikan mereka???
kini saatnya mereka yang menuntut hak atas perawatan dan pemeliharaan terhadapnya.
kengganan dan ketidakpedulian kita terhadap sesama juga menjadikan hal yang amat membuat alam semakin marah.
beberapa bencana alam yang terjadi di tanah air telah menunjukkan bahwa manusia Indonesia sebagai orang timur telah melupakan dan meninggalkan jati diri serta kepribadian orang timur yang penuh welas asih, sopan santun, dan tata krama.
Tuhan telah menegur kita agar mengubah segala tingkah laku, kebiasaan, dan perbuatan kita yang sering menyakiti lingkungan dan meremehkan sesama.
teguran tidaklah cukup...
saatnya hukuman yang berbicara.
banjir di Wasior, Papua; tsunami dan gempa di Mentawai; dan yang terakhir adalah letusan gunung Merapi adalah salah satu contoh hukuman dari Tuhan.
pun, saat bencana alam terjadi, masih banyak pihak-pihak yang tidak peduli bahkan mengambil kondisi seperti ini untuk keuntungan sesaat.
perginya anggota DPR ke Italia, melancongnya gubernur sumbar ke Jerman disaat rakyat nya menderita, benar-benar telah mengoyak dan mencabik-cabik perasaan dan hati nurani bangsa ini ( yang tentu saja masih mempunyai hati nurani).
pencurian hewan ternak di lereng gunung Merapi juga bukanlah tindakan yang manusiawi.
bagaimana kita dapat memanusiakan orang lain, jikalau orang lain tidak memanusiakan kita... begitu juga sebaliknya.
berbagai simbol alam dari letusan gunung Merapi telah mengisyaratkan kepada kita semua untuk melakukan instrokpeksi diri, terlebih dan terutama pada para pemimpin bangsa ini.
sudahkah mereka menjalankan kewajiban dan tugasnya sesuai amanat rakyat Indonesia?
segala unsur ikut andil dalam bencana ini.
marilah kita bersama secara bergotong royong membantu meringankan beban para saudara kita yang terkena bencana.
peduli, empati, sopan, tanggung jawab, dan tegakkan hukum.
itulah yang harus kita lakukan saat ini dan untuk selamanya.
dengan tetap meminta pada Tuhan dan mengharap pengampunan serta ridhoNya.
Gusti Alloh tansah paring apa ingkang dipunsuwun kalian hamba nipun kanthi dalan kang becik.
pandugane Gusti Alloh iku pada karo pandugane kita marang Gusti Alloh.
upama panduga kita, Gusti Alloh iku apik. urip nang donya tansah lumaku apik.
upama panduga kita suwalikke, pandugane Gusti uga semono.
merenung?
berpikir?
merasakan?
apa yang telah kita lakukan terhadap alam sekitar dan lingkungan hidup yang ada dan membantu kehidupan kita selama ini..
sudahkah kita memelihara dan merawat serta melestarikan mereka???
kini saatnya mereka yang menuntut hak atas perawatan dan pemeliharaan terhadapnya.
kengganan dan ketidakpedulian kita terhadap sesama juga menjadikan hal yang amat membuat alam semakin marah.
beberapa bencana alam yang terjadi di tanah air telah menunjukkan bahwa manusia Indonesia sebagai orang timur telah melupakan dan meninggalkan jati diri serta kepribadian orang timur yang penuh welas asih, sopan santun, dan tata krama.
Tuhan telah menegur kita agar mengubah segala tingkah laku, kebiasaan, dan perbuatan kita yang sering menyakiti lingkungan dan meremehkan sesama.
teguran tidaklah cukup...
saatnya hukuman yang berbicara.
banjir di Wasior, Papua; tsunami dan gempa di Mentawai; dan yang terakhir adalah letusan gunung Merapi adalah salah satu contoh hukuman dari Tuhan.
pun, saat bencana alam terjadi, masih banyak pihak-pihak yang tidak peduli bahkan mengambil kondisi seperti ini untuk keuntungan sesaat.
perginya anggota DPR ke Italia, melancongnya gubernur sumbar ke Jerman disaat rakyat nya menderita, benar-benar telah mengoyak dan mencabik-cabik perasaan dan hati nurani bangsa ini ( yang tentu saja masih mempunyai hati nurani).
pencurian hewan ternak di lereng gunung Merapi juga bukanlah tindakan yang manusiawi.
bagaimana kita dapat memanusiakan orang lain, jikalau orang lain tidak memanusiakan kita... begitu juga sebaliknya.
berbagai simbol alam dari letusan gunung Merapi telah mengisyaratkan kepada kita semua untuk melakukan instrokpeksi diri, terlebih dan terutama pada para pemimpin bangsa ini.
sudahkah mereka menjalankan kewajiban dan tugasnya sesuai amanat rakyat Indonesia?
segala unsur ikut andil dalam bencana ini.
marilah kita bersama secara bergotong royong membantu meringankan beban para saudara kita yang terkena bencana.
peduli, empati, sopan, tanggung jawab, dan tegakkan hukum.
itulah yang harus kita lakukan saat ini dan untuk selamanya.
dengan tetap meminta pada Tuhan dan mengharap pengampunan serta ridhoNya.
Gusti Alloh tansah paring apa ingkang dipunsuwun kalian hamba nipun kanthi dalan kang becik.
pandugane Gusti Alloh iku pada karo pandugane kita marang Gusti Alloh.
upama panduga kita, Gusti Alloh iku apik. urip nang donya tansah lumaku apik.
upama panduga kita suwalikke, pandugane Gusti uga semono.
Langganan:
Komentar (Atom)