SUGENG RAWUH WONTEN BLOG KAWULA...

melihat, merasakan, berpikir, dan berbuat menjadi lebih baik....

Rabu, 11 Januari 2012

LELAKI PILIHAN…

Lelaki Pilihan.....
Siapa laki-laki pilihan para wanita muslimah untuk menjadi pendamping hidup? Seorang pejabat, hartawan, atau si wajah tampan? Bisa jadi itu semua bukan pilihan utama dan lebih menjatuhkan pilihannya pada laki-laki dengan syarat ketinggian taraf keimanan, ibadah serta aktifitas sosial dan dakwah yang lebih darinya. Ataukah cukup yang biasa-biasa saja dan setara bahkan lebih rendah dari dirinya dengan catatan selama ia masih beragama Islam. Pilihan-pilihan itu sering mengemuka seiring dengan rencana dan keinginan seorang wanita untuk menempuh jalinan rumah tangga. Sebab, konon saat ini semakin sulit mencari laki-laki ideal dan “jempolan”. Tentu bukan karena timpangnya perbandingan jumlah laki-laki danwanita. Namun lebih dimungkinkan karena semarak aktifitas keislaman lebih berkembang di kalangan wanitamuslimah dibandingkan laki-laki, meski hal itu masih perlu dilakukan verifikasi dengan data statistik yang benar.Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah wajarkah seseorang wanita mensyaratkan kadar keimanan (agama) yang lebih tinggi atas calon suaminya? Nikah adalah ikatan paling kuat dan kekal antara dua jenis insan . Ia pun banyak membawa hal-hal yang lebih positif bagi seseorang daripada hidup membujang. Jiwa perlu diikat dengan pengikat yang kuat lagi kokoh. Pengikat ini adalah aqidah. Karena hanya aqidah yang dapat mengarahkan hidup seseorang, menyetir hati, pikiran dan perasaannya, serta menanamkan pengaruh yangpaling berkesan, kemudian menentukan jalan kehidupan mereka.Dalam kaitan inilah, para ulama bersepakat atas haramnya seorang wanita muslim mengawini laki-laki kafir, baik kafir musyrik ataupun kafir kitabi. Hal itu juga ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya, “… dan janganlah kamu menikahkan orang musyrik denganwanita beriman sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari seorang musyrik walaupun ia menarik hatimu …” (QS/ Al-Baqarah:221). Secara teoritis, tabiat wanita akan cenderung mengikuti suaminya. Sementara dalam sistem Islam, kepala keluarga adalah suami. Hal ini mencerminkan bahwa kondisi calon suami yang lebih mapan dan tinggi keimanannya menjadi satu syarat yang tidak bisa diabaikan.Sementara itu, ada kecenderungan laki-laki muslim untuk (sengaja atau tidak) menunda pernikahan dengan beragam alasan. Studi, karir, masalah ekonomi, ingin lebih mendahulukan kepentingan keluarga dan berbagai alasan lainnya. Kondisi tersebut sesungguhnya justru sangat kontradiktif dengan keadaan yang dialami para muslimah. Bagi para wanita muslimah yang memahami konsep Islam secara baik, yang menjadi ukuran utama adalah kadar ketaqwaan dan tingkat keimanan dari calon suami. Sementara harta, jabatan, penampilan fisik dan latar belakang menjadi tidak lebih diutamakan meski tidak pula menampik hasrat untuk mendapatkan yang ‘lebih’ dari semua persyaratan itu. Artinya, keinginan untuk mendapatkan suami dengan penampilan menarik, harta yang cukup ditopang jabatan yang menjanjikan menjadi tidak lebih penting bagi seorang wanita muslimah jika syarat utamanya, yakni kadar keimanan dan akhlaq yang baik tidak dimiliki oleh calon pendampingnya.Banyak wanita muslimah saat ini yang berpendapat bahwa tidak ada salahnya untuk memperoleh pendamping hidup yang sholeh, tampan, cukup harta dan berpendidikan. Pendapat itu tidak salah, namun juga tidak menjadi benar jika itu menjadi alasan untuk menolak setiap laki-laki sholeh yang datang karena tidak memenuhi syarat lainnya.Hal itu ditegaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya, Dari Abi Hatim al Muzani, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Apabila datang (meminang) kepadamu orang yang kamu ridhai agamanya dan akhlaqnya, maka nikahkanlah (anakmu dengan) dia. Jika tidak kamu lakukan maka akan timbullah fitnah di bumi dan kerusakan yang besar,” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, jika hal itu memang ada?” Beliau menjawab, “Apabila datang (meminang) kepadamu, orang yang engkau ridha (karena) agama dan akhlaqnya, maka nikahkanlah anakmu dengan dia.” (diucapkan tiga kali) (HR. Tirmidzi)Imam Asy Syaukani mengatakan, “orang yang kamu ridhai karena agama dan akhlaqnya” dalam hadits diatas, menunjukkan bahwa kufu itu menyangkut segi agama dan akhlaq. Sedangkan Imam Malik menegaskan bahwa kufu itu hanya menyangkut agama saja. Demikian juga apa yang dikutip dari Umar dan Ibnu Mas’ud dan kalangan tabi’in seperti Muhammad Ibn Sirin dan Umar bin Abdul Aziz dengan dasar firman: “Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling taqwa kepada-Nya.”Dari sudut pernikahan, kufu dalam arti agama memang menjadi suatu ketentuan yang mutlak. Namun, kufu dari sisi akhlaq merupakan pertimbangan yang lebih jauh. Ini menyangkut masa depan keutamaan sebuah keluarga muslim di tengah keluarga muslim lainnya. Olehkarena itulah Rasulullah SAW menyatakan bahwa apabila yang datang itu adalah seorang yang baik agama dan akhlaqnya, maka (jika anak perempuannya juga tidak keberatan) pinangannya harus diterima.Agama dan akhlaq adalah ukuran yang ideal bagi suami yang baik. Dari sisi inilah wajar bila seorang wanita muslimah ingin mendapatkan nilai lebih dari diri calon suaminya, minimal dibandingkan dirinya sendiri. Tetapi cukuplah bersyukur atas nikmat dan anugrah yang diberikan Allah SWT jika memang Allah menentukan pilihan bagi seorang muslimah yang …ehm, Sholeh, tampan, berpendidikan dan cukup harta. Hendaknya ia tidak menjadi takabbur menganggap dirinya lebih mulia dari wanita muslimah lainnya, karena sesungguhnya atas segala nikmat yang Allah berikan, Allah titipkan pula ujian didalamnya untuk menguji apakah hamba-Nya bersyukur atau sebaliknya. (bay/beberapa sumber)

Ibadah mempercantik diri untuk Suami

Isteri Harus Berhias dan Mempercantik Diri Untuk Suami, Selalu Tersenyum Dan Tidak cemberut Di Hadapan Suaminya, Juga Jangan Sampai Ia Memperlihatkan Keadaan Yang Tidak Disukai Oleh Suaminya, misalnya lagi bete dsb.
Seorang isteri tidak boleh meremehkan kebersihan dirinya, sebab kebersihan merupakan bagian dari iman. Dia harus selalu mengikuti sunnah, seperti membersihkan dirinya, mandi, memakai minyak wangi dan merawat dirinya agar ia selalu berpenampilan bersih dan harum di hadapan suaminya, hal ini menyebabkan terus berseminya cinta kasih di antara keduanya dan kehidupan ini akan terasa nikmat.
Seorang isteri ideal selalu nampak ceria, lemah lembut dan menyenangkan suami, gak boleh mukanya ditekuk. Jika suami pulang ke rumah setelah seharian bekerja, maka ia mendapatkan sesuatu yang dapat menenangkan dan menghibur hatinya. Jika suami mendapati isteri yang bersolek dan ceria menyambut kedatangannya, maka ia telah mendapatkan ketenangan yang hakiki dari isterinya.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” [Ar-Rum : 21]
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Artinya : Sebaik-baik isteriadalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” [1]
(+) Seorang Isteri Tidak Boleh Mengungkit-ungkit Apa Yang Pernah Ia Berikan Dari Hartanya Kepada Suaminya Maupun Keluarganya.
Karena menyebut-nyebut pemberian dapat membatalkan pahala. Allah Ta’ala berfirman:
“Artinya ; Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).” [Al-Baqarah : 264]
(+) Seorang Isteri Tidak Boleh Menyakiti Suami, Baik Dengan Ucapan Maupun Perbuatan.
Seorang isteri tidak boleh memanggil suami dengan kejelekan atau mencaci-makinya karena yang demikian itu dapat menyakiti hati suami.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Artinya : Tidaklah seorang isteri menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya dari para bidadari Surga akan berkata, ‘Janganlah engkau menyakitinya. Celakalah dirimu! Karena ia hanya sejenak berkumpul denganmu yang kemudian meninggalkan-mu untuk kembali kepada kami.” [2]
(+) Isteri Harus Dapat Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua Dan Kerabat Suami.
Karena seorang isteri tidak dianggap berbuat baik kepada suaminya jika ia memperlakukan orang tua dan kerabatnya dengan kejelekan. Setiap isteri harus memperhatikan kedua orang tua suami dan berbuat baik kepada mereka.
(+) Isteri Harus Pandai Menjaga Rahasia Suami Dan Rahasia Rumah Tangga. Jangan Sekali-kali Ia Menyebarluaskannya.
Isteri yang shalihah tidak boleh mengabarkan/ menceritakan suaminya kepada orang lain, tidak membocorkan rahasianya dan tidak membuka apa yang disembunyikan dan tidak membuka aib suaminya. Dan di antara rahasia yang paling dalam adalah perkara ranjang suami-isteri. Sungguh, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melarang hal itu.
(+) Isteri Harus Bersungguh-Sungguh Dalam Menjaga Keberlangsungan Rumah Tangga Bersama Suami-nya.
Janganlah ia meminta cerai tanpa ada alasan yang disyari’atkan.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Artinya ; Siapa pun isteri yang meminta cerai dari suaminya tanpa alasan yang benar, maka ia tidak akan mencium aroma Surga.”

Sifat-sifat Wanita Yang Ideal Untuk Dinikahi

Pernikahan ditujukan untuk bisa mengambil kenikmatan (satu sama lainnya) dan untuk membina rumah tangga yang shalihah serta masyarakat yang baik, sebagaimana yang telah kami katakan di muka. Oleh karena itu maka wanita yang ideal untuk dinikahi ialah wanita yang diharapkan nantinya dapat mewujudkan kedua tujuan tersebut dengan sempurna yaitu wanita yang disifati dengan kecantikan paras secara fisik dan maknawi.
Maka wanita yang cantik parasnya adalah wanita yang sempurna fisiknya, karena seorang wanita itu jika dia cantik saat dipandang, lembut tutur katanya, maka matapun manjadi sejuk untuk memandanginya dan telingapun tenteram mendengarkan tutur katanya, sehingga hatipun terbuka untuknya dan dada menjadi lapang menerimanya serta jiwapun tenteram bersamanya dan terwujudlah apa yang difirmankan Allah Subhaanahu wa Ta’ala :
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang” (QS. Ar Rum : 21)
Kecantikan maknawi yaitu kesempurnaan agama dan akhlak, sehingga manakala wanita tersebut adalah wanita yang taat beragama dan berakhlak mulia maka dia menjadi lebih dicintai oleh setiap jiwa dan lebih selamat akibatnya. Maka wanita yang beragama, dia akan taat menjalani perintah Allah, senantiasa menjaga hak-hak suami, rumah tangga serta anak-anak dan harta suaminya. Senantiasa membantu suami untuk menunaikan ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala di kala suami ingat kepadaNya. Jika suami malas maka dia yang menyemangatinya, jika suami marah maka dia yang membuatnya ridha. Sedangkan wantia yang berakhlak adalah wanita yang memberikan belaian kasihnya kepada suami dan menghormatinya. Selalu menyegerakan apa yang disukai suami dan tidak menunda-nunda sesuatu yang disuka suami. Dan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang wanita yang bagaimanakah yang baik? Maka beliau menjawab :
“Yaitu wanita yang menyenangkan suami jika dipandang dan mentaati suami jika diperintah dan tidak mengkhianati suami pada dirinya sendiri dan tidak mengkhianati hartanya dengan sesuatu yang ia benci”. (HR. Ahmad dan Nasaai)
Dan beliau Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Nikahilah oleh kalian wanita yang penuh kasih lagi subur karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya kalian dihadapan para nabi, atau beliau menyatakan: dihadapan segenap umat” (HR. Abu Daud dan An Nasaai)
Maka apabila memungkinkan untuk mendapatkan wanita yang memenuhi kriteria wanita yang cantik parasnya dan cantik batinnya maka ini adalah kesempurnaan dan kebahagiaan dengan taufik dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Sumber : Maka.., Menikahlah, Penulis : Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin, Penerbit : Ittibaus Salaf Press.
dari: http://menikahsunnah.wordpress.com

Wahai Wanita Muslimah


Wahai Saudariku, pernahkah engkau merenungkan makna firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan hendaklah engkau tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab:33)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa maksud ayat di atas adalah hendaklah kalian (para wanita) tetap berada di rumah kalian dan tidak keluar rumah kecuali untuk memenuhi kebutuhan kalian. Dan di antara kebutuhan yang dibenarkan oleh syariat bagi wanita adalah melaksanakan shalat di masjid dengan tetap memperhatikan syarat-syarat wanita keluar ke masjid. (Tafsir Al-Quranul ‘Adzim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan janganlah Engkau melarang hamba-hamba perempuan Allah dari masjid-masjid Allah. Dan hendaklah mereka keluar dalam keadaan tidak memakai perhiasan.” (HR. Abu Dawud no. 565) Dalam riwayat yang lain terdapat tambahan “dan rumah-rumah mereka adalah lebih baik bagi mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Adab-Adab ketika Wanita Mengikuti Shalat Jama’ah di Masjid
Dari hadits di atas dapat diketahui bahwa melaksanakan shalat di rumah bagiwanita itu lebih baik daripada mengikuti shalat berjama’ah di masjid. Kita memang tidak dilarang untuk mengikuti shalat berjamaah di masjid, akan tetapi yang tidak boleh kita lupakan adalah adab-adab yang harus diperhatikan oleh seorang wanita ketika hendak ke masjid. Di antara adab-adab tersebut adalah:
  1. Seorang wanita hendaknya menutup aurat secara sempurna.
  2. Hendaknya keluar dengan tidak menggunakan minyak wangi, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa saja wanita yang mengenakan minyak wangi, maka janganlah ia menghadiri shalat jama’ah ‘Isya bersama kami.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Nasai) Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Apabila salah seorang di antarakalian mendatangi masjid, maka janganlah memakai wangi-wangian.” (HR. Muslim)
  3. Hendaknya keluar dengan tidak berhias diri, baik berhias dengan perhiasan maupun dengan pakaian.
  4. Apabila imam telah mengucapkan salam (selesai shalat), maka hendaknya para wanita bersegera keluar dari masjid untuk menghindari bertemu dengan laki-laki yang bukan mahram.
Saudariku, itulah beberapa adab yang harus diperhatikan oleh seorang wanita ketika ia hendak pergi ke masjid untuk shalat berjama’ah. Lalu, bagaimanakah dengan keadaan kita di masa sekarang ini, wahai Saudariku? Masih banyak di antara kita yang belum memperhatikan adab-adab ini. Lalu bagaimanakah jika Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui keadaan wanita zaman sekarang? Apakah mungkin beliau masih membolehkan para wanita untuk keluar mengikuti shalat berjama’ah? Pernahkah Engkau mendengar perkataan ibunda kita ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, di mana beliau mengatakan perkataan ini hanya beberapa tahun setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat. Beliau berkata, “Seandainya Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam melihat keadaan wanita sebagaimana yang kami lihat, sungguh beliau akan melarang mereka untuk pergi ke masjid Allah sebagaimana Bani Israil telah melarang wanita-wanita mereka.” (Muttafaqun ‘alaih)
Renungkanlah wahai Saudariku…
Jika keluarnya wanita untuk shalat berjamaah di masjid harus sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh syariat –karena besar kemungkinan bisa menimbulkan fitnah- maka bagaimana lagi dengan keluarnya wanita ke pasar, mall, tempat-tempat wisata, tempat kerja yang di sana ada campur baur antara laki-laki dan perempuan, dan tempat-tempat yang lain? Tentunya tempat-tempat itu bahayanya jauh lebih besar. Ditambah lagi sebagian di antara saudari-saudari kita keluar dengan bertabarruj, yaitu berhias dan memamerkan kecantikan mereka, serta tidak menutupi aurat mereka dengan sempurna.
Barangkali ada sebagian dari mereka yang sudah mengenakan kerudung. Hati kita bahagia ketika melihat mereka sudah mulai berkerudung, akan tetapi hati kita juga sedih ketika melihat kerudung itu seolah-olah hanyalah sebagai hiasan kepala saja, malah terkadang jauh dari apa yang ditentukan oleh syariat. Seperti kainnya terlalu tipis sehingga tidak bisa menutupi aurat, karena apa yang ada di balik kerudung masih bisa terlihat. Atau selain tipis juga terkadang terlalu kecil sehingga apa yang seharusnya tertutupi malah tidak tertutupi. Allahul musta’an…
Wahai Saudariku, jika memang Engkau memilikikebutuhan di tempat-tempat di luar rumahmu, maka hendaklah Engkau tidak berlama-lama di sana. Janganlah Engkau menjadikan mall-mall sebagai tempat ‘nongkrong’mu, janganlah Engkau menjadikan pasar-pasar sebagai tempat favoritmu. Akan tetapi segeralah Engkau selesaikan kebutuhanmu di tempat-tempat tersebut, lalu segeralah pulang ke  rumahmu. Ingatlah akan bahaya dan kerusakan yang akan timbul jika Engkau berlama-lama di sana. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki melainkan (fitnah yang datang dari) para wanita.” (HR. Muslim dan yang lainnya)
Saudariku, Allah Ta’ala memang tidak melarang seorang wanita untuk keluar rumah guna menunaikankebutuhan-kebutuhannya. Akan tetapi, hal ini bukan berarti membolehkanmu untuk selalu keluar dari rumah hanya untuk sekedar main-main dan membuang-buang waktu tanpa adanya kebutuhan yang benar-benar mendesak untuk keluar dari rumah. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Wanitaadalah aurat, jika ia keluar maka setan akan menghiasinya.” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Al-Irwa’no. 273).
Adab-Adab Keluar Rumah bagi Wanita
Di antara adab yang harus diperhatikan oleh seorang muslimah ketika hendak keluar dari rumah adalah:
  1. Berhijab, mengenakan pakaian yang sesuai syariat.
  2. Tidak memakai wangi-wangian.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita memakai wewangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka mencium baunya maka ia adalah pezina.” Beliau mengucapkannya dengan perkataan yang keras. (HR. Abu Dawud 11/230)
  1. Pelan-pelan dalam berjalan sehingga tidak terdengar suara sandalnya.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah mereka memukul-mukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS. An-Nuur: 31)
  1. Jika ia berjalan bersama saudarinya dan di sana ada para lelaki, maka janganlah bercakap-cakap dengan saudarinya tadi. Hal ini bukan berarti bahwa suara wanita itu aurat, akan tetapi terkadang seorang laki-laki apabila mendengar suara wanita biasanya bisa menimbulkan fitnah.
  2. Apabila ia sudah bersuami, maka hendaknya ia minta izin keluar rumah kepada suaminya, dan jika ia belum bersuami, maka hendaklah ia minta izin kepada walinya.
  3. Jika hendak bepergian jauh, maka janganlah ia keluar kecuali bersama mahramnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh seorang wanita melakukan safar (perjalanan jauh) kecuali harus bersama dengan mahramnya.” (HR. Bukhari)
  1. Hendaknya ia tidak berdesak-desakkan dengan laki-laki ketika berada di tempat keramaian.
  2. Hendaknya ia menghiasi dirinya dengan rasa malu.
  3. Hendaknya ia menundukkan pandangannya.
  4. Hendaknya ia tidak menanggalkan pakaiannya kecuali di rumahnya, jika ia bermaksud untuk menampilkan kecantikannya dengan perbuatan tersebut.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wanita mana saja yang menanggalkan pakaiannya di selain rumah suaminya, maka sungguh ia telah membuka penutupnya antara ia dengan Rabbnya.” (HR. Ahmad, shahih)
Waspadalah dengan Musuh-Musuh Islam dan Sekutu-Sekutu Mereka
Saudariku, pernahkah Engkau menyadari bahwa musuh-musuh Islam selalu mencari cara untuk merenggut kehormatanmu dan mencabut hak-hakmu yang telah Islam berikan kepadamu? Tahukah Engkau siapakah musuh-musuh Islam tersebut? Mereka adalah orang-orang kafir dan orang-orang munafik yang di dalam hati mereka terdapat penyakit. Mereka adalah orang-orang yang di dalam hati mereka yang terdapat kedengkian karena apa yang telah Engkau peroleh berupa kemuliaan dan penjagaan yang diberikan Islam terhadapmu.
Wahai Saudariku, sadarkah Engkau jika ternyata Engkau sedang dijadikan sebagai alat penghancur bagi orang-orang yang lemah imannya dan orang-orang yang condong mengikuti nafsu syahwatnya?? Ketahuilah bahwasanya orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, mereka menginginkanmu menjadi barang dagangan yang murah, yang mereka letakkan di pameran-pameran, sehingga akan tampaklah dengan jelas keindahan-keindahanmu oleh mata-mata asing para pengikut syahwat dan para pengikut setan. Relakah Engkau duhai Saudariku, jika keindahanmu menjadi sesuatu yang bebas dilihat oleh orang lain?!
Para musuh Islam itu selalu berusaha keras untuk mengeluarkanmu dari rumahmu, sehingga Engkau keluar menuju tempat-tempat yang bercampur antara laki-laki dan perempuan di dalamnya. Oleh karena itu, waspadalah Saudariku dan janganlah Engkau tertipu dengan tipu daya mereka. Tipu daya yang terlihat manis dan indah di luar, tetapi di balik semua itu hanyalah tipu daya yang akan menjatuhkanmu ke dalam lubang-lubang kebinasaan. Mereka menjadikanmu memandang indah hal-hal yang sebenarnya sangat murah, mereka menjadikan sebagian dari saudari kita menjadi bintang film, penyanyi, atau sebagai penghias-penghias dalam suatu iklan yang terpampang di setiap sudut jalan. Tidakkah Engkau merasa bahwa semua itu menjadikan wanita sebagai barang yang sangat murah, menjadikannya sebagai penghias, memampangnya dimana-mana sehingga semua orang pun akan melihatnya dengan bebas.
Namun anehnya, banyak orang yang menyangka itu adalah suatu kemuliaan, kehormatan, dan kebanggaan bagi wanita. Darimanakah pikiran itu datang? Jika kita mau berpikir, mari kita bandingkan, barang-barang yang bagus dan mahal pasti akan diletakkan oleh penjualnya di lemari yang tertutup dan dibungkus dengan segel yang rapat. Akan tetapi lihatlah, bagaimana barang-barang yang murah itu, ia akan dijajakan oleh penjualnya di tepi-tepi jalan, tanpa pembungkus yang rapat, dan bisa dipegang-pegang orang. Lihatah wahai Saudariku, apakah Engkau lebih suka menjadi seorang wanita yang terhormat ataukah wanita murahan yang setiap orang dapat menikmati kecantikanmu? Renungkanlah duhai Saudariku…
Saudariku, Bertakwalah kepada Allah dengan Sebenar-Benar Takwa
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa.” (QS. Ali Imran: 102)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Hakikat takwa adalah mengerjakan ketaatan kepada Allah Ta’ala dengan penuh keimanan dan keikhlasan, baik berupa perintah maupun larangan. Ia mengerjakan perintah karena mengimani perintah tersebut dan percaya akan janji-Nya. Dan meninggalkan larangan karena mengimani larangan tersebut dan percaya akan akibat (dari melanggar larangan).” (Ar-Risalah At-Tabukiyah)
Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Pokok dari takwa adalah seorang hamba membentengi dirinya dengan sebuah benteng yang dapat melindunginya dari perkara yang ia takuti dan ia waspadai. Maka takwa seorang hamba terhadap Rabbnya adalah membentengi dirinya dengan benteng yang dapat melindunginya dari perkara yang ia takuti yang akan menyebabkan amarah, murka, dan hukuman Rabbnya. Benteng tersebut adalah mengerjakan amal ketaatan dan menjauhi maksiat.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam)
Saudariku, renungkanlah ayat-ayat Rabbmu dan bertakwalah dengan sebenar-benar takwa. Kerjakanlah apa yang telah diperintahkan Rabbmu kepadamu dan juga apa yang diperintahkan oleh rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sungguh Allah Ta’ala telah berfirman (yang artinya), “Dan hendaklah kamu tetap di dalam rumahmu.” (QS. Al-Ahzab: 33)
Ingatlah, bahwasanya Allah adalah Dzat yang paling tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya dan Maha Mengetahui terhadap keadaan para wanita. Namun, masih ada saja orang-orang yang menyimpang dan mengikuti hawa nafsunya yang memandang bahwa perintah bagi wanita untuk tetap di rumahnya adalah suatu kedzaliman bagi seorang wanita dan menganggap perintah tersebut adalah penjara bagi wanita. Ketahuilah wahai Saudariku, pandangan seperti ini hanyalah pandangan orang-orang bodoh yang tidak tahu akan sebuah kebaikan. Sungguh, bukankah seorang wanita bila ia tetap di rumahnya maka ia bisa menyelesaikan tugas-tugas rumah tangganya, memenuhi hak-hak suaminya, mendidik anak-anaknya serta bisa menambah amal ibadahnya? Akan tetapi, dengan banyaknya wanita keluar dari rumahnya maka akan menyebabkan kewajiban-kewajiban dan tugasnya terbengkalai dan terlantar.
Oleh karena itu Saudariku, janganlah Engkau terlalu banyak keluar dari rumahmu. Tunaikanlah kewajiban-kewajiban yang harus Engkau kerjakan di dalam rumahmu dan jadikanlah rumahmu sebagai tempat untuk melaksanakan ketaatan terhadap Rabbmu. Perbanyaklah melakukan ketaatan, karena kita tidak pernah tahu dimanakah kelak kita akan dikembalikan, ke surga yang penuh dengan kenikmatan ataukah neraka yang penuh dengan siksaan.
Yang terakhir duhai Saudariku, semoga Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang pernah kita perbuat. Semoga Allah Ta’ala menjaga dan membimbing kita agar senantiasa melangkah di atas jalan yang diridhai-Nya.
[Ummu Zaid]
Referensi:
-          Nashihatii lin nisaa, Ummu ‘Abdillah bintu Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’iy, Darul Atsar, Shon’a.
-          Ukhtaah hal turidiinal jannah?, Syaikh Nada Abu Ahmad, Maktabah Syamilah.
-          Tafsir Al Qur’anul ‘Adzim, Abul-Fidaa Isma’il Ibnu ‘Umara Ibnu Katsir Al-Qurasyiy Ad-Dimasyqiy, Daar Ath-Thoyyibah lin-nasyr wat-tauzi’ (melalui program Maktabah Syamilah).
-          Tanbihaat ‘ala ahkamin tahtashshu bil mu’minaat, Dr. Shalih bin Fauzan Al Fauzan, Wizaaratusy Syu uun Al Islamiyyah.
-          Menjadi Wanita Paling Mulia, Isham bin Muhammad Asy-Syarif, Pustaka An-Naba.


IMPLIKASI INKONSISTENITAS PENERAPAN KETENTUAN UNDANG-UNDANG NO. 25/ TAHUN 2007 TENTANG PENANAMAN MODAL TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA KECIL DAN MIKRO DI KOTA SEMARANG
(STUDI KASUS KEBERADAAN USAHA RETAIL ALFAMART DAN INDOMARET DI KOTA SEMARANG)

USULAN PENELITIAN TESIS

Oleh :
RARI NIRWESTI RUPINI, S.H
Nim 11010110400035

PROGRAM MAGISTER ILMU HUKUM
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2011















Analysis about determinate of perse illegal in trade competition

There is a normally and usual thing if there is a competition in trade world. Every entrepreneur always doing anything to make safety their bussiness, whatever it is a positive action or negative activity.  Every effort which is taken by them to that purpose is sometimes give a good impact, but seldom make a damage or financial loss for other entrepreneur bussiness. Because of that, the government need to make regulation on it. The government make the regulation to regulate and order the bussiness way so that will not give a bad effect to anyone or any bussiness.
The regulation that government is about rule of competition bussiness between an entrepreneur and other ones. This is called trade competition law. The main idea of that regulation is to give protection for the entrepreneurs in operate their bussiness. Indonesia as a one of country in the world also make this regulation.
In 1999, Indonesia create a national law about  determinate of trade competition, which called as Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5/ Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. This Indonesian national law consist of 53 articles and 9 chapters. The purpose of that Indonesian law is to create eficiency condition in trade activity, increase citizenry and costumer prosperity (article 3). That regulation regulate all about the forbidden action or forbidden activity, also forbidden agreement to do in the trade competition.
Forbidden acts are ordered in article 17 until article 29. Some activities which is include on forbidden acts, such as activity called kegiatan monopoli (monopoly activity), kegiatan monopsoni (monopsony activity), kegiatan penguasaan pasar (market share activity), dan kegiatan persekongkolan (collusion activity).
Beside it, the forbidden agreement can found in article 4 until article 16. Some agreements which is include on forbidden agreement, such as agreement called perjanjian oligopoli (Oligopoly agreement), perjanjian penetapan harga (price fixing agreement), perjanjian pembagian wilayah (area distribution agreement), perjanjian pemboikotan (boycott agreement), perjanjian kartel (cartel agreement), perjanjian gabungan (trust agreement), perjanjian oligopsoni (oligopsony agreement), perjanjian integrasi vertikal (vertical integration agreement), perjanjian tertutup (closed agreement), dan perjanjian dengan pihak luar negeri (agreement with foreign party).
Determining of forbidden activity or forbidden agreement from one activity is based on two character/ characteristic or criteria of its activity. This matter also deal just the same with the forbidden agreements. The two criteria that Indonesian government use to determine a activity or agreement include on forbiden or unforbiden acts or agreement as ordered on Undang-Undang above are perse illegal and rule of reason.
Perse illegal criteria means that the act is inherently illegal. Thus, an act is illegal without extrinsic proof of any surrounding circumstances such as lack of scienter (knowledge) or other defenses. Acts are made illegal by statute, constitution, or case law. It is also very tight prohibition. Whatever the reason of doing one activity which is fullfill the prerequirement of prohibitive, so that activity is reputed as break the law or the rule. This is a simple proof to do by the authorize. The reason of using this criteria is because all the factors in determine every cases is very expensive and using a lot of energy. The purpose of using this criteria to determine a activity or agreement is to know how the activity or agreement that done by entrepreneur isn’t obstruct the competition, so it wiil give a impact on eficiency and customer lost. The example of perse illegal application seen in determine collusion activity. If there is a simple proof that show about this activity, there is unnessary to know about the agreement which made between enterpreneur who done the collusion activity.

DIABETUS MEILITUS


Diabetes mellitus, DM (bahasa Yunani: diabaínein, tembus atau pancuran air) (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing gula adalah kelainan metabolis yang disebabkan oleh banyak faktor, dengan simtoma berupa hiperglisemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari:
·                 defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya
·                 defisiensi transporter glukosa, atau keduanya.
tiga gejala klasik lainnya:
·                 poliuria - sering buang air kecil
·                 polidipsia - selalu merasa haus
·                 polifagia - selalu merasa lapar
·                 penurunan berat badan, seringkali hanya pada diabetes mellitus tipe 1
dan setelah jangka panjang tanpa perawatan memadai, dapat memicu berbagai komplikasi kronis, seperti:
·                 gangguan pada mata dengan potensi berakibat pada kebutaan,
·                 gangguan pada ginjal hingga berakibat pada gagal ginjal
·                 gangguan kardiovaskular, disertai lesi membran basalis yang dapat diketahui dengan pemeriksaan menggunakan mikroskop elektron,
·                 gangguan pada sistem saraf hingga disfungsi saraf autonom, foot ulcer, amputasi, charcot joint dan disfungsi seksual,
dan gejala lain seperti dehidrasi, ketoasidosis, ketonuria dan hiperosmolar non-ketotik yang dapat berakibat pada stupor dan koma.
·                 rentan terhadap infeksi.
Kata diabetes mellitus itu sendiri mengacu pada simtoma yang disebut glikosuria, atau kencing manis, yang terjadi jika penderita tidak segera mendapatkan perawatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan bentuk diabetes mellitus berdasarkan perawatan dan simtoma:
1.         Diabetes tipe 1, yang meliputi simtoma ketoasidosis hingga rusaknya sel beta di dalam pankreas yang disebabkan atau menyebabkan autoimunitas, dan bersifat idiopatik. Diabetes mellitus dengan patogenesis jelas, seperti fibrosis sistik atau defisiensi mitokondria, tidak termasuk pada penggolongan ini. Diabetes mellitus tipe 1, diabetes anak-anak (bahasa Inggris: childhood-onset diabetes, juvenile diabetes, insulin-dependent diabetes mellitus, IDDM) adalah diabetes yang terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. IDDM dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Sampai saat ini IDDM tidak dapat dicegah dan tidak dapat disembuhkan, bahkan dengan diet maupun olah raga. Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal. Penyebab terbanyak dari kehilangan sel beta pada diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh.
Saat ini, diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah. Pengobatan dasar diabetes tipe 1, bahkan untuk tahap paling awal sekalipun, adalah penggantian insulin. Tanpa insulin, ketosis dan diabetic ketoacidosis bisa menyebabkan koma bahkan bisa mengakibatkan kematian. Penekanan juga diberikan pada penyesuaian gaya hidup (diet dan olahraga). Terlepas dari pemberian injeksi pada umumnya, juga dimungkinkan pemberian insulin melalui pump, yang memungkinkan untuk pemberian masukan insulin 24 jam sehari pada tingkat dosis yang telah ditentukan, juga dimungkinkan pemberian dosis (a bolus) dari insulin yang dibutuhkan pada saat makan. Serta dimungkinkan juga untuk pemberian masukan insulin melalui "inhaled powder".
Perawatan diabetes tipe 1 harus berlanjut terus. Perawatan tidak akan memengaruhi aktivitas-aktivitas normal apabila kesadaran yang cukup, perawatan yang tepat, dan kedisiplinan dalam pemeriksaan dan pengobatan dijalankan. Tingkat Glukosa rata-rata untuk pasien diabetes tipe 1 harus sedekat mungkin ke angka normal (80-120 mg/dl, 4-6 mmol/l). Beberapa dokter menyarankan sampai ke 140-150 mg/dl (7-7.5 mmol/l) untuk mereka yang bermasalah dengan angka yang lebih rendah, seperti "frequent hypoglycemic events". Angka di atas 200 mg/dl (10 mmol/l) seringkali diikuti dengan rasa tidak nyaman dan buang air kecil yang terlalu sering sehingga menyebabkan dehidrasi.[rujukan?] Angka di atas 300 mg/dl (15 mmol/l) biasanya membutuhkan perawatan secepatnya dan dapat mengarah ke ketoasidosis.[rujukan?] Tingkat glukosa darah yang rendah, yang disebut hipoglisemia, dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.
2.         Diabetes tipe 2, yang diakibatkan oleh defisiensi sekresi insulin, seringkali disertai dengan sindrom resistansi insulin Diabetes mellitus tipe 2 (bahasa Inggris: adult-onset diabetes, obesity-related diabetes, non-insulin-dependent diabetes mellitus, NIDDM) merupakan tipe diabetes mellitus yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen, termasuk yang mengekspresikan disfungsi sel β, gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin[12] yang disebabkan oleh disfungsi GLUT10 dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulin[14] serta RBP4 yang menekan penyerapan glukosa oleh otot lurik namun meningkatkan sekresi gula darah oleh hati.[14] Mutasi gen tersebut sering terjadi pada kromosom 19 yang merupakan kromosom terpadat yang ditemukan pada manusia.
Pada NIDDM ditemukan ekspresi SGLT1 yang tinggi,[16] rasio RBP4 dan hormon resistin yang tinggi,[14] peningkatan laju metabolisme glikogenolisis dan glukoneogenesis pada hati,[14] penurunan laju reaksi oksidasi dan peningkatan laju reaksi esterifikasi pada hati. NIDDM juga dapat disebabkan oleh dislipidemia, lipodistrofi dan sindrom resistansi insulin.
Pada tahap awal kelainan yang muncul adalah berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.[rujukan?] Hiperglisemia dapat diatasi dengan obat anti diabetes yang dapat meningkatkan sensitifitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa dari hepar, namun semakin parah penyakit, sekresi insulin pun semakin berkurang, dan terapi dengan insulin kadang dibutuhkan.[rujukan?] Ada beberapa teori yang menyebutkan penyebab pasti dan mekanisme terjadinya resistensi ini, namun obesitas sentral diketahui sebagai faktor predisposisi terjadinya resistensi terhadap insulin, dalam kaitan dengan pengeluaran dari adipokines ( nya suatu kelompok hormon) itu merusak toleransi glukosa.[rujukan?] Obesitas ditemukan di kira-kira 90% dari pasien dunia dikembangkan diagnosis dengan jenis 2 kencing manis.[rujukan?] Faktor lain meliputi mengeram dan sejarah keluarga, walaupun di dekade yang terakhir telah terus meningkat mulai untuk memengaruhi anak remaja dan anak-anak.[rujukan?]
Diabetes tipe 2 dapat terjadi tanpa ada gejala sebelum hasil diagnosis. Diabetes tipe 2 biasanya, awalnya, diobati dengan cara perubahan aktivitas fisik (olahraga), diet (umumnya pengurangan asupan karbohidrat), dan lewat pengurangan berat badan. Ini dapat memugar kembali kepekaan hormon insulin, bahkan ketika kerugian berat/beban adalah rendah hati,, sebagai contoh, di sekitar 5 kg ( 10 sampai 15 lb), paling terutama ketika itu ada di deposito abdominal yang gemuk. Langkah yang berikutnya, jika perlu,, perawatan dengan lisan [[ antidiabetic drugs. [Sebagai/Ketika/Sebab] produksi hormon insulin adalah pengobatan pada awalnya tak terhalang, lisan ( sering yang digunakan di kombinasi) kaleng tetap digunakan untuk meningkatkan produksi hormon insulin ( e.g., sulfonylureas) dan mengatur pelepasan/release yang tidak sesuai tentang glukosa oleh hati ( dan menipis pembalasan hormon insulin sampai taraf tertentu ( e.g., metformin), dan pada hakekatnya menipis pembalasan hormon insulin ( e.g., thiazolidinediones). Jika ini gagal, ilmu pengobatan hormon insulin akan jadilah diperlukan untuk memelihara normal atau dekat tingkatan glukosa yang normal. Suatu cara hidup yang tertib tentang cek glukosa darah direkomendasikan dalam banyak kasus, paling terutama sekali dan perlu ketika mengambil kebanyakan pengobatan.
Sebuah zat penghambat dipeptidyl peptidase 4 yang disebut sitagliptin, baru-baru ini diperkenankan untuk digunakan sebagai pengobatan diabetes mellitus tipe 2.[19] Seperti zat penghambat dipeptidyl peptidase 4 yang lain, sitagliptin akan membuka peluang bagi perkembangan sel tumor maupun kanker.[20][21]
Sebuah fenotipe sangat khas ditunjukkan oleh NIDDM pada manusia adalah defisiensi metabolisme oksidatif di dalam mitokondria[22] pada otot lurik.[23][24] Sebaliknya, hormon tri-iodotironina menginduksi biogenesis di dalam mitokondria dan meningkatkan sintesis ATP sintase pada kompleks V, meningkatkan aktivitas sitokrom c oksidase pada kompleks IV, menurunkan spesi oksigen reaktif, menurunkan stres oksidatif,[25] sedang hormon melatonin akan meningkatkan produksi ATP di dalam mitokondria serta meningkatkan aktivitas respiratory chain, terutama pada kompleks I, III dan IV.[26] Bersama dengan insulin, ketiga hormon ini membentuk siklus yang mengatur fosforilasi oksidatif mitokondria di dalam otot lurik.[27] Di sisi lain, metalotionein yang menghambat aktivitas GSK-3beta akan mengurangi risiko defisiensi otot jantung pada penderita diabetes.[28][29][30]
Simtoma yang terjadi pada NIDDM dapat berkurang dengan dramatis, diikuti dengan pengurangan berat tubuh, setelah dilakukan bedah bypass usus. Hal ini diketahui sebagai akibat dari peningkatan sekresi hormon inkretin, namun para ahli belum dapat menentukan apakah metoda ini dapat memberikan kesembuhan bagi NIDDM dengan perubahan homeostasis glukosa.[31]
Pada terapi tradisional, flavonoid yang mengandung senyawa hesperidin dan naringin, diketahui menyebabkan:[32]
·                 peningkatan mRNA glukokinase,
·                 peningkatan ekspresi GLUT4 pada hati dan jaringan
·                 peningkatan pencerap gamma proliferator peroksisom
·                 peningkatan rasio plasma hormon insulin, protein C dan leptin[33]
·                 penurunan ekspresi GLUT2 pada hati
·                 penurunan rasio plasma asam lemak dan kadar trigliserida pada hati
·                 penurunan rasio plasma dan kadar kolesterol dalam hati, antara lain dengan menekan 3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme reductase, asil-KoA, kolesterol asiltransferase
·                 penurunan oksidasi asam lemak di dalam hati dan aktivitas karnitina palmitoil, antara lain dengan mengurangi sintesis glukosa-6 fosfatase dehidrogenase dan fosfatidat fosfohidrolase
·                 meningkatkan laju lintasan glikolisis dan/atau menurunkan laju lintasan glukoneogenesis
sedang naringin sendiri, menurunkan transkripsi mRNA fosfoenolpiruvat karboksikinase dan glukosa-6 fosfatase di dalam hati.
Hesperidin merupakan senyawa organik yang banyak ditemukan pada buah jenis jeruk, sedang naringin banyak ditemukan pada buah jenis anggur.
3.         Diabetes mellitus gestasional (bahasa Inggris: gestational diabetes, insulin-resistant type 1 diabetes, double diabetes, type 2 diabetes which has progressed to require injected insulin, latent autoimmune diabetes of adults, type 1.5" diabetes, type 3 diabetes, LADA) atau diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan keterlibatan interleukin-6 dan protein reaktif C pada lintasan patogenesisnya.[34] GDM mungkin dapat merusak kesehatan janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita penderita GDM bertahan hidup.[rujukan?] Diabetes melitus pada kehamilan terjadi di sekitar 2–5% dari semua kehamilan. GDM bersifat temporer dan secara penuh bisa perlakukan tetapi, tidak diperlakukan, boleh menyebabkan permasalahan dengan kehamilan, termasuk macrosomia (kelahiran yang tinggi menimbang), janin mengalami kecacatan dan menderita penyakit jantung sejak lahir. Penderita memerlukan pengawasan secara medis sepanjang kehamilan.
Resiko Fetal/Neonatal yang dihubungkan dengan GDM meliputi keanehan sejak lahir seperti berhubungan dengan jantung, sistem nerves yang pusat, dan [sebagai/ketika/sebab] bentuk cacad otot. Yang ditingkatkan hormon insulin hal-hal janin boleh menghalangi sindrom kesusahan dan produksi surfactant penyebab hal-hal janin yang berhubung pernapasan. Hyperbilirubinemia boleh diakibatkan oleh pembinasaan sel darah yang merah. Di kasus yang menjengkelkan, perinatal kematian boleh terjadi, paling umum sebagai hasil kelimpahan placental yang lemah/miskin dalam kaitan dengan perusakan/pelemahan yang vaskuler. Induksi/Pelantikan mungkin ditandai dengan dikurangi placental fungsi. Bagian Cesarean mungkin dilakukan jika ditandai kesusahan hal-hal janin atau suatu ditingkatkan risiko dari luka-luka/kerugian dihubungkan dengan macrosomia, seperti bahu dystocia.
Diabetes gestasional, yang meliputi gestational impaired glucose tolerance, GIGT dan gestational diabetes mellitus, GDM.

dan menurut tahap klinis tanpa pertimbangan patogenesis, dibuat menjadi:
Insulin requiring for survival diabetes, seperti pada kasus defisiensi peptida-C.
Insulin requiring for control diabetes. Pada tahap ini, sekresi insulin endogenus tidak cukup untuk mencapai gejala normoglicemia, jika tidak disertai dengan tambahan hormon dari luar tubuh.
Not insulin requiring diabetes.

Ketoasidosis diabetikum

Pada penderita diabetes tipe I, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis). Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan sering kencing, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam. Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe I bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakaan atau penyakit yang serius. Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering kencing dan haus. Jarang terjadi ketoasidosis.[rujukan?] Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.

Hipoglikemi

Diabetes gestasional, yang meliputi gestational impaired glucose tolerance, GIGT dan gestational diabetes mellitus, GDM. Diabetes mellitus gestasional (bahasa Inggris: gestational diabetes, insulin-resistant type 1 diabetes, double diabetes, type 2 diabetes which has progressed to require injected insulin, latent autoimmune diabetes of adults, type 1.5" diabetes, type 3 diabetes, LADA) atau diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan keterlibatan interleukin-6 dan protein reaktif C pada lintasan patogenesisnya.[34] GDM mungkin dapat merusak kesehatan janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita penderita GDM bertahan hidup.
Diabetes melitus pada kehamilan terjadi di sekitar 2–5% dari semua kehamilan. GDM bersifat temporer dan secara penuh bisa perlakukan tetapi, tidak diperlakukan, boleh menyebabkan permasalahan dengan kehamilan, termasuk macrosomia (kelahiran yang tinggi menimbang), janin mengalami kecacatan dan menderita penyakit jantung sejak lahir. Penderita memerlukan pengawasan secara medis sepanjang kehamilan.
Resiko Fetal/Neonatal yang dihubungkan dengan GDM meliputi keanehan sejak lahir seperti berhubungan dengan jantung, sistem nerves yang pusat, dan [sebagai/ketika/sebab] bentuk cacad otot. Yang ditingkatkan hormon insulin hal-hal janin boleh menghalangi sindrom kesusahan dan produksi surfactant penyebab hal-hal janin yang berhubung pernapasan. Hyperbilirubinemia boleh diakibatkan oleh pembinasaan sel darah yang merah. Di kasus yang menjengkelkan, perinatal kematian boleh terjadi, paling umum sebagai hasil kelimpahan placental yang lemah/miskin dalam kaitan dengan perusakan/pelemahan yang vaskuler. Induksi/Pelantikan mungkin ditandai dengan dikurangi placental fungsi. Bagian Cesarean mungkin dilakukan jika ditandai kesusahan hal-hal janin atau suatu ditingkatkan risiko dari luka-luka/kerugian dihubungkan dengan macrosomia, seperti bahu dystocia.

dan menurut tahap klinis tanpa pertimbangan patogenesis, dibuat menjadi:
1.         Insulin requiring for survival diabetes, seperti pada kasus defisiensi peptida-C.
2.         Insulin requiring for control diabetes. Pada tahap ini, sekresi insulin endogenus tidak cukup untuk mencapai gejala normoglicemia, jika tidak disertai dengan tambahan hormon dari luar tubuh.
3.         Not insulin requiring diabetes.
4.         serupa dengan klasifikasi IDDM (bahasa Inggris: insulin-dependent diabetes mellitus), sedang tahap kelima dan keenam merupakan anggota klasifikasi NIDDM (bahasa Inggris: non insulin-dependent diabetes mellitus). IDDM dan NIDDM merupakan klasifikasi yang tercantum pada International Nomenclature of Diseases pada tahun 1991 dan revisi ke-10 International Classification of Diseases pada tahun 1992.
Klasifikasi Malnutrion-related diabetes mellitus, MRDM, tidak lagi digunakan oleh karena, walaupun malnutrisi dapat memengaruhi ekspresi beberapa tipe diabetes, hingga saat ini belum ditemukan bukti bahwa malnutrisi atau defisiensi protein dapat menyebabkan diabetes. Subtipe MRDM; Protein-deficient pancreatic diabetes mellitus, PDPDM, PDPD, PDDM, masih dianggap sebagai bentuk malnutrisi yang diinduksi oleh diabetes mellitus dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Sedangkan subtipe lain, Fibrocalculous pancreatic diabetes, FCPD, diklasifikasikan sebagai penyakit pankreas eksokrin pada lintasan fibrocalculous pancreatopathy yang menginduksi diabetes mellitus.
Klasifikasi Impaired Glucose Tolerance, IGT, kini didefinisikan sebagai tahap dari cacat regulasi glukosa, sebagaimana dapat diamati pada seluruh tipe kelainan hiperglisemis. Namun tidak lagi dianggap sebagai diabetes.
Klasifikasi Impaired Fasting Glycaemia, IFG, diperkenalkan sebagai simtoma rasio gula darah puasa yang lebih tinggi dari batas atas rentang normalnya, tetapi masih di bawah rasio yang ditetapkan sebagai dasar diagnosa diabetes.

Penyebab

Kemungkinan induksi diabetes tipe 2 dari berbagai macam kelainan hormonal, seperti hormon sekresi kelenjar adrenal, hipofisis dan tiroid merupakan studi pengamatan yang sedang laik daun saat ini. Sebagai contoh, timbulnya IGT dan diabetes mellitus sering disebut terkait oleh akromegali dan hiperkortisolisme atau sindrom Cushing.
Hipersekresi hormon GH pada akromegali dan sindrom Cushing sering berakibat pada resistansi insulin, baik pada hati dan organ lain, dengan simtoma hiperinsulinemia dan hiperglisemia, yang berdampak pada penyakit kardiovaskular dan berakibat kematian.[7]
GH memang memiliki peran penting dalam metabolisme glukosa dengan menstimulasi glukogenesis dan lipolisis, dan meningkatkan kadar glukosa darah dan asam lemak. Sebaliknya, insulin-like growth factor 1 (IGF-I) meningkatkan kepekaan terhadap insulin, terutama pada otot lurik. Walaupun demikian, pada akromegali, peningkatan rasio IGF-I tidak dapat menurunkan resistansi insulin, oleh karena berlebihnya GH.
Terapi dengan somatostatin dapat meredam kelebihan GH pada sebagian banyak orang, tetapi karena juga menghambat sekresi insulin dari pankreas, terapi ini akan memicu komplikasi pada toleransi glukosa.
Sedangkan hipersekresi hormon kortisol pada hiperkortisolisme yang menjadi penyebab obesitas viseral, resistansi insulin, dan dislipidemia, mengarah pada hiperglisemia dan turunnya toleransi glukosa, terjadinya resistansi insulin, stimulasi glukoneogenesis dan glikogenolisis. Saat bersinergis dengan kofaktor hipertensi, hiperkoagulasi, dapat meningkatkan risiko kardiovaskular.
Hipersekresi hormon juga terjadi pada kelenjar tiroid berupa tri-iodotironina dengan hipertiroidisme yang menyebabkan abnormalnya toleransi glukosa.
Pada penderita tumor neuroendokrin, terjadi perubahan toleransi glukosa yang disebabkan oleh hiposekresi insulin, seperti yang terjadi pada pasien bedah pankreas, feokromositoma, glukagonoma dan somatostatinoma.
Hipersekresi hormon ditengarai juga menginduksi diabetes tipe lain, yaitu tipe 1. Sinergi hormon berbentuk sitokina, interferon-gamma dan TNF-α, dijumpai membawa sinyal apoptosis bagi sel beta, baik in vitro maupun in vivo. Apoptosis sel beta juga terjadi akibat mekanisme Fas-FasL, dan/atau hipersekresi molekul sitotoksik, seperti granzim dan perforin; selain hiperaktivitas sel T CD8- dan CD4.

Penanganan

Penyakit diabetes dapat di hindari atau dikurangi dengan cara mengetahui kadar glukosa darah dalam tubuh kita- lakukan pemeriksaan secara rutin- karena peningkatan dan penusrunan kada rgula dalam darah selalu berubah. Jika kita mampu menjaga kadar gula dalam batasan normal artinya kita dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes. Cara lain yang dapat Anda gunakan untuk mengurangi komplikasi diabetes adalah: berhenti merokok , mengoptimalkan kadar kolestrol, menjaga berat tubuh yang stabil, mengontrol tekanan darah tinggi (tensi), dan melakukan olah raga secara teratur.
Pasien yang cukup terkendali dengan pengaturan makan saja tidak mengalami kesulitan kalau berpuasa. Pasien yang cukup terkendali dengan obat dosis tunggal juga tidak mengalami kesulitan untuk berpuasa. Obat diberikan pada saat berbuka puasa. Untuk yang terkendali dengan obat hipoglikemik oral (OHO) dosis tinggi, obat diberikan dengan dosis sebelum berbuka lebih besar daripada dosis sahur. Untuk yang memakai insulin, dipakai insulin jangka menengah yang diberikan saat berbuka saja. Sedangkan pasien yang harus menggunakan insulin (DMTI) dosis ganda, dianjurkan untuk tidak berpuasa dalam bulan Ramadhan.

Tanda-tanda atau gejala seseorang menderita diabetes dapat diketahui dengan mengetahui perubahan yang terjadi. Beberapa perubahan yang terjadi pada seseorang saat ia terserang diabetes diantaranya, minum menjadi lebih banyak, buang air kecil menjadi lebih
sering, dan berat badan yang terus menurun, mudah lesu. Perubahan ini berlangsung cukup lama dan biasanya cenderung tidak diperhatikan oleh calon penderita diabetes. Hingga akhirnya seseorang harus pergi ke dokter dan memeriksa kadar darah (glukosa) darahnya.

Penyebab diabetes

Secara ilmiah, penyebab diabetes dapat dikarenakan kurangnya produksi zat insulin atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap zat insulin. Hal ini akan mengakibatkan kadar glukosa pada makanan tidak dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh. Akibatnya kadar gula dalam darah akan terus meningkat. Mengapa tubuh seseorang tidak dapat mengeluarkan atau tidak senseitif lagi terhadap zat insulin dan akhirnya dinyatakan positif diabetes?
Dr Kamandanu menjelasakan bahwa penyakit diabetes disebabkan oleh 2 hal yaitu, kelebihan mengonsumsi gula sehingga terjadi kenaikan gula darah dalam tubuh atau karena faktor keturunan -diabetes termasuk jenis penyakit yang menurun.
Gaya hidup yang tidak sehat dan pola makan yang buruk dapat menjadikan pemicunya. Karena pola makan yang tidak baik menyebabkan tidak ada keseimbangan antara karbohidrat dan kandungan lain yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Akibatnya kandungan gula dalam tubuh jadi tinggi melebihi kapasitas kerja pankreas. Atau bisa juga dari konsumsi makanan dan minuman yang tidak bersih dan di masak secara sembarangan. Diabetes juga dapat disebabkan oleh faktor keturunan (gen). Jika orang tua kita menderita diabetes, kemungkinan besar kita juga akan terkena resiko diabetes. Karena penyakit ini menurun lewat gen. Jadi jika orang tua kita ada riwayat diabetes kita harus berhati-hati agar kita tidak terkena penyakit ini- kita harus menjaga tubuh dengan pola hidup sehat, mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula secukupnya.
Penyebab-penyebab diabetes diuraikan secara lebih lengkap oleh Dr. Ahani dalam blognya. Berikut sebagian tulisan Dr. Ahani yang dikutip gambar_hidup agar Anda dapat lebih memahami secara lengkap.

Penyebab diabetes mellitus sebenarnya bisa dengan berbagai macam cara misalnya:

1. Genetik atau Faktor Keturunan
Diabetes mellitus cenderung diturunkan atau diwariskan, bukan ditularkan. Anggota keluarga penderita DM (diabetisi) memiliki kemungkinan lebih besar terserang penyakit ini dibandingkan dengan anggota keluarga yang tidak menderita DM. Para ahli kesehatan juga menyebutkan DM merupakan penyakit yang terpaut kromosom seks atau kelamin. Biasanya kaum laki-laki menjadi penderita sesungguhnya, sedangkan kaum perempuan sebagai pihak yang membawa gen untuk diwariskan kepada anak-anaknya.

2.Virus dan Bakteri
Virus penyebab DM adalah rubela, mumps, dan human coxsackievirus B4. Melalui mekanisme infeksi sitolitik dalam sel beta, virus ini mengakibatkan destruksi atau perusakan sel. Bisa juga, virus ini menyerang melalui reaksi otoimunitas yang menyebabkan hilangnya otoimun dalam sel beta. Diabetes mellitus akibat bakteri masih belum bisa dideteksi. Namun, para ahli kesehatan menduga bakteri cukup berperan menyebabkan DM.

3. Bahan Toksik atau Beracun
Bahan beracun yang mampu merusak sel beta secara langsung adalah alloxan, pyrinuron (rodentisida), dan streptozoctin (produk dari sejenis jamur). Bahan lain adalah sianida yang berasal dari singkong.

4. Nutrisi
Nutrisi yang berlebihan (overnutrition) merupakan faktor resiko pertama yang diketahui menyebabkan DM. Semakin berat badan berlebih atau obesitas akibat nutrisi yang berlebihan, semakin besar kemungkinan seseorang terjangkit DM.
Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes:
1.         Teh manis
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti:
prescription drugs without prescription Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

2. Gorengan
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.
3. Suka ngemil
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar.
4. Kurang tidur.
Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.
5. Malas beraktivitas fisik
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.
Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Solusi: Bersepeda ke kantor.
6. Sering stres
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.
7. Kecanduan rokok
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

8. Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Takut kulit jadi hitam
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.

10. Keranjingan soda
Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula.