SUGENG RAWUH WONTEN BLOG KAWULA...

melihat, merasakan, berpikir, dan berbuat menjadi lebih baik....

Selasa, 09 November 2010

Obama vs Merapi

Gempa, sekali lagi mengguncang bumi Yogjakarta. kemarin siang, sekitar pukul 14.00.
mungkinkah ini pertanda bahwa merapi dan laut Parangtritis ikut mengeluarkan pendapat mengenai kedatangan Obama.
kedatangan Obama yang tertunda sebanyak dua kali, akhirnya berhasil sampai juga di negara Indonesia tercinta ini. kedatangan yang bertepatan dengan runtutan bencana alam yang terjadi di negeri kita.
ketika obama datang, secara otomatis dan tanpa dikomando, pemberitaan yang ada di media elektronik semalam dan di media cetak hari ini adalah mengenai kedatangan obama, serta merta pemberitaan dan kabar berita mengenai Merapi yang terus menerus mengeluarkan isinya, baik merupakan awan panas yang berisi material-material panas, lava, dan yang terakhir ini adalah lahar dingin. di saat orang-orang dan rakyat Yogjakarta sedang menderita dan menangis meratapi nasib, di waktu yang sama dan tempat yang berbeda, terlihat gegap gempita menyambut kedatangan obama. berbagai persiapan penyambutan yang meriah, indah, mewah tergelar dengan vulgar serta disiarkan oleh seluruh stasiun televisi semalam. hal ini tentu saja membuat hati para pengungsi letusan Merapi terssyst dan menangis.

memang kedatangan obama merupakan hal dan aspek yang berbeda serta tidak terkait satu sama lain. obama datang dalam rangka menanggapi undangan sby untuk membicarakan hubungan bilateral antara Indonesia dan amerika. sedang bencana Merapi itu adalah rencana Tuhan yang tidak dipredisikan manusia sebelumnya.
apapun itu, ada atau tidaknya hubungan di antara keduanya, lebih baik jika dalam penyambutan obama dilakukan secara sederhana dan tidak terlalu megah, agar tidak menyakiti perasaan dan hati rakyat Indonesia. juga terhadap obama, hendaknya, ketika datang ke Indonesia, tidak hanya berkunjung, tetapi juga bisa memberikan nilai positif bagi kemajuan bangsa Indonesia n bila memungkinkan dapat membantu meringankan beban dan penderitaan para korban letusan Merapi.