SUGENG RAWUH WONTEN BLOG KAWULA...

melihat, merasakan, berpikir, dan berbuat menjadi lebih baik....

Minggu, 01 Agustus 2010

Kualitas Kualitas Pensil

5 Kualitas Pensil

Melihat Neneknya sedang asyik menulis Adi bertanya, "Nenek sedang menulis apa?"

Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, "Adi cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Adi. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Adi dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti."

"Apa maksud Nenek bahwa Adi harus dapat menjadi seperti sebuah pensil? Lagipula sepertinya pensil itu biasa saja, sama seperti pensil lainnya," jawab Adi dengan bingung.

Nenek tersenyum bijak dan menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana Adi melihat pensil ini. Tahukah kau, Adi, bahwa sebenarnya pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup."

"Apakah Nenek bisa menjelaskan lebih detil lagi padaku?" pinta Adi

"Tentu saja Adi," jawab Nenek dengan penuh kasih

"Kualitas pertama, pensil dapat mengingatkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".

"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga Adi, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".

"Nah, bagaimana Adi? Apakah kau mengerti apa yang Nenek sampaikan?"

"Mengerti Nek, Adi bangga punya Nenek hebat dan bijak sepertimu."

Begitu banyak hal dalam kehidupan kita yang ternyata mengandung filosofi kehidupan dan menyimpan nilai-nilai yang berguna bagi kita. Semoga memberikan manfaat.

Rabu, 30 Juli 2008

Hukuman Mati, Antara Kebutuhan dan Dilema!!!

hukuman mati adalah hukuman yang efektif menurut penulis. hukuman yang cukup membuat seseorang berpikir lebih lama untuk melakukan suatu tindakan yang diancam dengan hukuman mati. Hal itu tentu saja jika diterapkan secara benar dan tidak diskriminatif.
Akan tetapi ketentuan hukuman mati berarti juga melanggar hak asasi manusia. hak asasi yang paling hakiki, yaitu hak untuk hidup.

penerapan dan pelaksanaan hukuman mati harus benar dan tepat. jika memang tindakan yang diperbuat

Selasa, 20 Mei 2008

lanjutan

rencana kenaikan BBM tersebut tentu sangat memberatkan masyarakat luas.
belum lagi tadi maalam adaperayaan 100 thn kebangkitan nasional yang maha megah dan glamor yang tentu menghabiskan berjuta-juta, bahakan bertriliun-trilioun uang Indonesia.

apakah ini semwa wujud dari semangat seabad kebangkitan nasional???

di tengah keprihatinan, kesengsaraan rakyat banyak.

dan apakah kompensasi kenaikan BBM yang wujudkan dalam BLT akan berjalan baik dan tepat sasaran?
bukankah bantuan semacam itu membodohi bangsa ini?

mengapa uang yang untuk BLT tidak di gunakan untuk program padat karya?

ingatlah pengangguran di Indonesia amat sangatlah banyak sekali!

saya menggunakan 3 kata yang sebenarnya tidak efisien kalau digunakan dalam 1 kalimat, tapi itulah gambaran ketidak efisienan pemerintahan sekarang serta untuk menunjukkan bahwa tingkat pengangguran memang tidak terbendung!


jika saudara- saudar sebangsa dan setanah air tadi malam melihat acara di metro, today's dialoge, pastilah saudara sekalian malu memiliki pemerintahan yang tidak tegas.

bagaimana ini?
tanya kenapa???

bukan saya menghina pemerintah, terlebih lagi presiden. tapi inilah jeritan hati seorang anak bangsa yang menderita di negara yang penuh kenikmatan dan kebahagiaan bagi segelintir orang.

saya tidak menghina, karena semwa manusia itu sama so hadapan ALLOH, hanya akhlak dan iman yang membedakannya.
belum lagi kalau saya harus berurusan dengan pasal penghinaan kpd presiden.

hukum Ibdonesia belum bisa memihak pada kebenaran

saya yang seorang mahasiswa fakultas hukum saja, merasa bahwa hukum sangat indah dan dil. sangat penegakannya tidak seindah dan seadil hukum itu sendiri.

biarkan waktu yang menjawab.

biarkan satrio piningit, ratu adil, itu muncul dengan sendirinya. tanpa kita pernah tahu kapan???


TAULAH

taulah

apalah arti hidup...?

kemarin genap 1 abad bangsa Indonesia merayakan kebangkitan nasionalnya.
dalam keseratusan tahun itu, berbagai kematian menghiasi.

seorang aktor, politikus, sekaligus seoraang pemerhati bangsa, meninggal dalam rangka perayaan 1 abad Indonesia bangkit.
kemudian tadi malam, seorang mantan gubernur Jakarta, Ali Sadikin meninggal di Singapura. dan seorang aktivis pers SK. Trimurti juga menghembusksn nafas terakhirnya.
ada pertanda apakah in???

di saat Indonesia merayakan kebangkitannya, banyak orang yang notabene-nya pemerhati bangsa, meninggal.

belum lagi, rencana kenaikan BBM yang akan direalisasikan